Tentang Saya
Mar 10th, 2008 by ivanorma
Ivan Irawan, suka belajar segalanya…
Bukan salah siapa-siapa ketika akhirnya saya menyadari bahwa saya termasuk manusia generalis dan multi-skill. Manusia tipe ini adalah manusia yang konon memiliki keahlian di berbagai bidang. Serba bisa. Manusia ini bisa mengerjakan pekerjaan mulai dari mencuci piring, menjahit baju, memasak, menulis, memperbaiki mesin, programming, bahkan bermain piano. Kebetulan saya bisa mengerjakan semuanya dengan baik dan masih ditambah beberapa keahlian lain misalnya bertukang kayu dan berkebun.
Masalah terbesar dari manusia serba bisa ini adalah tidak memiliki skill yang spesifik. Tidak bisa menjadi spesialis. Mudah bosan, dan jarang menuntaskan kegiatan pembelajarannya. Manusia seperti ini tidak laku di pasar kerja. Tidak jelas apa maunya dan sangat merepotkan perusahaan. Sebagai seorang bawahan, manusia ini menjengkelkan, karena hampir tidak memiliki kelemahan di berbagai bidang selain keterbatasan pendalaman materi. Serba bisa berarti susah ditekan, susah diintimidasi, susah dibuat tunduk. Diomongin apa saja nyahut, tahu, dan bisa membantah. Repot banget punya bawahan macam ini. Sifat mudah bosannya juga sering menjerumuskannya ke kondisi gak konsisten yang sering disalahartikan memiliki endurance yang buruk.
Sebagai seorang atasan, manusia multi dimensi sangat menyebalkan bagi bawahannya. Kalo tidak puas dia bisa langsung take over pekerjaan bawahan. Parahnya, karena wawasannya lebih luas, hasil kerjanya lebih baik dari hasil kerja bawahannya. Atasan multidimensi sangat mengenal segala hal yang sering digunakan bawahannya untuk menguntungkan diri sendiri. Alasan bawahan tidak masuk karena sakit, misalnya. Begitu masuk kerja, atasan serba bisa akan langsung mewawancarai bawahannya mengenai sakitnya. Tentu, karena serba tahu, atasan tahu persis gejala bahkan terapi dan jenis obat untuk setiap jenis penyakit. Tanpa persiapan yang matang, dijamin bawahan akan dinyanyikan lagu “Kamu Ketahuan” versi dangdut. Menyebalkan sekali atasan seperti ini.
Saya adalah orang yang menyebalkan itu. Jangankan orang lain, kadang-kadang saya sendiri sebal. Untuk beberapa hal bisa jadi “tidak tahu” menjadi lebih nyaman. Misalnya ketika naik pesawat terbang. Sesuai kegemaran saya duduk di emergency window karena selain lebih luas tempat kakinya, saya mendapatkan pelayanan “personal” dari pramugari yang menjelaskan cara membuka jendela darurat jika pesawat crash dan saya masih segar bugar. Bayangkan kalo saat itu saya melihat flap pesawat tidak bekerja normal, pasti sepanjang perjalanan saya akan ketakutan sendiri.
Yang paling menjengkelkan adalah saya tidak pernah tahu apa sih keunggulan saya sesungguhnya. Jadi saya selalu kebingungan untuk berkarir. Inilah yang akhirnya menggerakkan saya mempergunakan satu dari kebisaan saya. Saya menulis di blog Multi Dimension Human ini.
Pesan saya, jangan terlalu berharap banyak dari membaca blog ini, karena harapan terbesar yang bisa didapatkan adalah kejengkelan. Mudah-mudahan Anda siap untuk itu. Salam.

lho, sampeyan ngeblog disini to mas? semoga tambah makmur…
lah.. kok mirip omongan seseorang tentang diriku.. apakah saya juga multi dimensi yo mas?
bingung jadinya…
salam kenal..
to iambadung:
manusia pada dasarnya adalah multi dimensi. sebutan yang lebih tepat untuk orang-orang semacam kita adalah generalis (lawannya spesialis).
salam kenal juga….
ass……….
saya mulai suka membaca tulisan saudara sejak saya menyimpan halaman blog saudara di dokumen saya.
jika berkenan, bisa saya rutin diemail tulisan-tulisan ekonomi syariah saudara…. insyaAllah sangat berguna bagi saya…
terima kasih banyak…
wass…..
salam kenal
M. Irkham
Wonosobo, Jawa Tengah