Kemurahan Allahlah yang mengantarkan saya bisa mulai mewujudkan mimpi strawberry. Lahan strawberry yang saya taksir itu akhirnya dapat mulai saya kelola. Hal yang pertama yang saya lakukan adalah melakukan penggemburan tanah dan pembentukan terassering.
Berbagi
Read Full Post »
Strawberry sangat rentan dengan hujan. Walaupun saya menyukai hujan, kali ini bukan lagi masalah like or dislike. Saya harus menyelamatkan panen. Tanaman strawberry idealnya di tanam di green house. Selain mengantisipasi cucuran air hujan juga agar dapat lebih mengendalikan hama dan penyakit. Untuk sementara, karena membuat green house juga mahal , maka dapat disiasati dengan […]
Read Full Post »
Saya menyukai tanah miring, karena saya menyukai konsep terasering. Di atas tanah itulah saya akan buat terasering ukuran lebar 1.5 meter. Visualisasinya kira-kira seperti gambar berikut ini.
Berbagi
Read Full Post »
Mimpi Strawberry yang saya miliki membuat saya iseng jalan-jalan ke daerah Kopeng. Saya naksir lahan yang miring di Desa Cuntel Kopeng. Saya tidak tahu apakah saya bisa mewujudkan impian strawberry di tanah ini. Daripada terus mimpi, akhirnya saya wujudkan juga, walaupun dalam bentuk model 3D komputer dulu.
Berbagi
Read Full Post »
Ungaran memang tidak ideal untuk bertanam strawberry karena berada di ketinggian di bawah 900 dpl, tapi karena sebuah obsesi maka dari hanya, modal 2 polybag pohon, jadilah 30 pot tanaman strawberry. Tentu, tanaman hasil sulur kualitasnya tidak dapat diharapkan sama dengan indukannya, namun lumayan lah sambil menunggu punya lahan yang ideal, bisa sesekali memetik […]
Read Full Post »
Saya ingin sekali memiliki Kebun Strawberry. Bukan karena lagu Strawberry Fields-nya Beatles, tapi karena saya menyukai pertanian dan perkebunan. Mengapa strawberry? Karena saya suka strawberry. Mengapa bukan buah lain? Karena saya tidak menyukai buah lain seperti saya menyukai strawberry.
Seri tulisan ini akan bicara bagaimana saya bermimpi dan berusaha mewujudkan mimpi Strawberry Field saya.
Berbagi
Read Full Post »